Masih Belum Yakin Jika Rokok Elektrik Miliki Risiko Kesehatan yang Lebih Rendah Daripada Rokok?
Masih Belum Yakin Jika Rokok Elektrik Miliki Risiko Kesehatan yang Lebih Rendah Daripada Rokok?

Public Health England (PHE), divisi dalam Departemen Kesehatan Inggris mempublikasikan sebuah video eksperimen yang menunjukkan bahaya rokok dan bagaimana menghindarinya dengan beralih pada rokok elektrik atau alat bantu berhenti merokok lainnya. Video singkat ini diluncurkan sebagai bagian dari kampanye PHE Health Harms, sebuah gerakan yang mendorong perokok untuk berhenti atau beralih pada produk tembakau alternatif sebagai resolusi di tahun baru ini. 

Dalam video eksperimen tersebut, Dr. Lion Shahab, akademisi dari University College London, dan Dr. Rosemary Leonard, dokter dari National Health Service Inggris, membandingkan bola-bola kapas yang terkena paparan asap rokok dan bola-bola kapas yang terpapar uap rokok elektrik. Setelah terkena paparan asap rokok sebanyak 16 bungkus atau setara dengan jumlah rokok yang dikonsumsi selama satu bulan, hasilnya dapat dilihat bahwa bola-bola kapas yang terpapar asap rokok penuh dengan residu TAR dan berbagai senyawa kimia karsinogenik lainnya. Sebaliknya, bola-bola kapas yang terpapar uap dari rokok elektrik dalam jangka waktu yang sama, hampir tidak mengalami banyak perubahan warna dan tetap terlihat bersih karena tidak adanya residu TAR dan senyawa kimia karsinogenik dari hasil pembakaran.

perbedaan paparan asap rokok dan paparan uap rokok elektrik
Perbedaan paparan asap dari 16 bungkus rokok dan paparan uap rokok elektrik
dalam jangka waktu yang sama

Hasil eksperimen yang didemonstrasikan secara visual ini memperlihatkan bagaimana dampak yang terjadi pada paru-paru manusia jika terpapar asap dari 16 bungkus rokok atau yang setara dengan jumlah rokok yang dikonsumsi selama satu bulan dibandingkan dengan dampak yang terjadi pada paru-paru manusia jika terpapar uap dari konsumsi rokok elektrik yang setara dengan satu bulan penggunaan. Eksperimen ini menguatkan penelitian Public Health England sebelumnya yang menunjukkan bahwa, walaupun tidak sepenuhnya bebas risiko, rokok elektrik memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah hingga 95% daripada rokok.

Profesor John Newton, Direktur Peningkatan Kesehatan Public Health England menyatakan "Merupakan hal yang tragis jika ribuan perokok yang berkeinginan untuk berhenti merokok dengan bantuan rokok elektrik tidak jadi melakukannya karena adanya mispersepsi dan ketakutan yang tidak beralasan terhadap produk tersebut. Kita harus meyakinkan perokok bahwa rokok elektrik memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok. Eksperimen ini menunjukkan bahaya yang diakibatkan dari setiap batang rokok dan pada akhirnya membantu masyarakat untuk melihat bahwa rokok elektrik memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah."

Dr. Lion Shahab berharap eksperimen tersebut dapat memberikan ilustrasi tentang bahaya dari rokok dan bagaimana hal tersebut dapat dihindari dengan beralih pada rokok elektrik. "Riset yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa rokok elektrik memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok. Dalam penggunaan jangka panjang, rokok elektrik juga relatif lebih tidak berbahaya daripada rokok dan memiliki risiko yang mirip dengan terapi pengganti nikotin lainnya, seperti koyo atau permen karet nikotin," tambahnya. "Berdasarkan riset dari Public Health England, rokok elektrik dapat meningkatkan peluang bagi perokok untuk berhenti merokok."

Mispersepsi tentang rokok elektrik memang masih banyak terjadi di masyarakat. Menurut Dr. Rosemary Leonard, hal inilah yang mendorong dirinya untuk terlibat dalam eksperimen ini. "Secara rutin, saya memberikan saran kepada perokok untuk berhenti merokok dengan bantuan rokok elektrik. Oleh karena itu, saya kaget ketika mendengar banyak orang yang masih memiliki persepsi yang keliru tentang rokok elektrik. Hasil eksperimen ini dengan jelas menunjukkan bahwa setiap batang rokok yang melalui proses pembakaran dapat menyebabkan zat berbahaya, seperti TAR, masuk ke dalam tubuh dan menyebarkan racun melalui aliran darah. Di lain sisi, rokok elektrik, yang tidak melalui proses pembakaran melainkan melalui proses pemanasan, memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok. Pada akhirnya, saya harap eksperimen ini dapat mendorong perokok dewasa untuk berhenti merokok," tutupnya.

Lalu, bagaimana pendapat Anda setelah melihat eksperimen ini? Apakah memang rokok elektrik lebih tidak berbahaya dibandingkan rokok? Yuk, kita diskusikan bersama di laman Facebook GEBRAK!

Ayo
Share!
facebook
whatsapp