Asap Knalpot vs. Asap Rokok, Apa Dampaknya Bagi Paru-Parumu?
Asap Knalpot vs. Asap Rokok, Apa Dampaknya Bagi Paru-Parumu?

Bagi kita yang hidup di kota metropolitan pasti terbiasa dengan kemudahan yang tersedia untuk memenuhi gaya hidup. Namun pernahkah kita mencoba memikirkan konsekuensi hidup di kota besar? Kita mulai dari konsekuensi kesehatan akibat polusi udara. Banyaknya kendaraan lalu lalang, mobil yang terjebak kemacetan yang membuat kita ‘tua di jalan’ sehingga membuat berbagai organ tubuh terpapar polutan udara, seperti asap knalpot. Lalu, kalau sudah begini, organ yang paling terkena dampak tentunya paru-paru kita. Sekarang coba kita dibandingkan dengan asap rokok yang juga identik dengan kerusakan paru-paru?

Salah satu hasil buang kendaraan yang terdapat dalam asap knalpot adalah karbon monoksida. Gas karbon monoksida terikat kedalam sel darah merah sehingga menghambat asupan oksigen dalam darah ke berbagai organ tubuh, terutama jantung dan otak. Gas karbon monoksida juga memicu terjadinya sesak napas, apalagi jika disertai dengan endapan debu jalan yang dihasilkan kendaraan yang bergerak. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa polusi udara menyebabkan hampir 800.000 kematian di dunia setiap tahunnya, dengan kanker paru-paru sebagai penyebab kematian tertinggi.

Lalu bagaimana jika dibandingkan dengan asap rokok? Penelitian Tobacco Control Unit dari Institut Kanker Nasional Italia melakukan percobaan untuk mengukur hal ini. Mereka menyalakan mesin diesel selama 30 menit di dalam garasi dengan pintu yang tertutup kemudian menambahkan tiga rokok filter yang menyala ke dalam ruangan tersebut untuk 30 menit berikutnya. Hasil yang didapat cukup mengejutkan, ternyata ketika hanya terdapat mesin diesel, tingkat polusi udara dalam ruangan tersebut mencapai 88 ug/m3. Namun ketika ditambahkan rokok, tingkat polusi udara dalam ruangan tersebut dapat mencapai 830 ug/m3 atau meningkat sebesar 10 kali lipat.

Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa asap rokok tetap memiliki dampak kesehatan yang lebih berbahaya terhadap paru-paru dibandingkan asap knalpot. Apalagi walaupun sama-sama mengandung zat berbahaya seperti TAR, rokok yang dikonsumsi dengan cara dihirup langsung membuat zat beracun lebih cepat masuk ke paru-paru dan meningkatkan risiko kesehatan.

Baik asap rokok maupun asap knalpot sama-sama mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan paru-paru kita. Untuk mengurasi risiko dari asap knalpot dan asap rokok, kamu bisa melakukan berbagai cara. Usahakan untuk selalu memakai masker ketika berada di jalanan untuk menyaring zat berbahaya dari asap knalpot. Sebisa mungkin, hindari pula asap rokok dengan cara berhenti merokok secara bertahap dengan mulai mengurangi rokok atau menggantinya dengan produk tembakau alternatif yang tidak memproduksi asap melainkan uap.

Merasa artikel ini informatif? Ayo, beritahu teman dan kerabatmu!

Sumber:

https://doktersehat.com/mana-yang-lebih-berbahaya-asap-rokok-atau-asap-kendaraan-bermotor/
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2547791/asap-rokok-vs-asap-knalpot-mana-lebih-bahaya-ini-hitungan-dokter-paru
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/3-bahaya-asap-knalpot-bagi-kesehatan/
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3224074/dampak-asap-knalpot-kendaraan-bermotor-bagi-kesehatan

Ayo
Share!
facebook
whatsapp