Hindari dan Kurangi Bahaya Asap Knalpot
Hindari dan Kurangi Bahaya Asap Knalpot

Menjaga kualitas udara yang kita hirup merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan. Tetapi, tinggal di perkotaan membuat kita tidak dapat menghindari paparan emisi gas buang kendaraan bermotor atau lebih dikenal dengan asap knalpot. Tingkat kemacetan dan rendahnya penggunaan transportasi publik turut berkontribusi dalam menurunnya kualitas udara yang disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan ini. 

Emisi gas buang atau asap knalpot dihasilkan dari pembakaran bahan bakar. Asap yang terbentuk terdiri dari komposisi ratusan senyawa kimia dalam bentuk gas maupun partikel-partikel padat maupun cair yang dilepaskan ke udara. Komposisi kimia yang terbentuk tergantung pada jenis bahan bakar serta tipe dan kondisi mesin kendaraan. Asap dan partikel-partikel ini akan bercampur di udara dan ketika terhirup dapat menetap di saluran pernapasan kita. 

Polutan-polutan yang terkandung di dalam asap knalpot sangat berbahaya bagi kesehatan, diantaranya adalah karbon monoksida, sulfur, ozon, timbal, nitrogen oksida, nitrogen dioksida serta polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Seperti PAHs dan senyawa-senyawa kimia yang dihasilkan dalam asap rokok, paparan terhadap asap knalpot dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler, kanker paru-paru, gangguan pernapasan seperti asma, bronkitis, dan emfisema, hingga gangguan kehamilan dan janin.  

Penggunaan kendaraan bermotor sebagai moda transportasi memang sangat penting dalam menjalankan aktivitas. Walaupun demikian, menjaga kualitas udara dan mengurangi risiko kesehatan merupakan tanggung jawab kita bersama. Beberapa hal yang bisa kita lakukan, antara lain:

  • Kurangi kuantitas kendaraan di jalan raya dengan menggunakan transportasi publik.
  • Gunakan sepeda atau berjalan kaki untuk bepergian jarak dekat.
  • Gunakan kendaraan dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
  • Selalu jaga kondisi kendaraan pribadi agar pembakaran bahan bakar lebih sempurna dan emisi gas buang lebih terjaga. Jika perlu, gunakan zat aditif untuk memaksimalkan proses pembakaran bahan bakar. 
  • Hindari aktivitas di jalan raya yang ramai. Jika tidak memungkinkan, selalu gunakan masker pelindung untuk hidung dan mulut yang dapat menyaring debu dan partikel-partikel halus.
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B, C, E, dan Omega-3 untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari polutan-polutan berbahaya yang terdapat dalam asap knalpot.

Yuk, mari kita bersama-sama mengurangi asap knalpot dan risiko kesehatan yang timbul dari paparannya!

Sumber:

http://www.euro.who.int/__data/assets/pdf_file/0006/74715/E86650.pdf 

Sumber: euro.who.int
Ayo
Share!
facebook
whatsapp