Benarkah Produk Tembakau Alternatif Memiliki Potensi Risiko Lebih Rendah?
Benarkah Produk Tembakau Alternatif Memiliki Potensi Risiko Lebih Rendah?

Melepas kebiasaan merokok memang bukan hal yang mudah. Namun untungnya, perkembangan teknologi telah memungkinkan munculnya Produk Tembakau Alternatif yang berpotensi memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok biasa. Beberapa alternatif tembakau yang populer adalah rokok elektrik atau vape, produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar, snus yang berbentuk seperti teh celup, dan nikotin tempel yang berbentuk mirip koyo. 

Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia dan Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Dr. drg. Amaliya, MSc Ph.D mengatakan bahwa “Di YPKP, kami sudah melakukan penelitian terkait Produk Tembakau Alternatif, tepatnya rokok elektrik atau vape. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi mulut kelompok perokok, non perokok, dan pengguna vape, yang hasilnya menunjukkan bahwa pengguna vape memiliki risiko kesehatan dua kali lebih rendah daripada perokok.” 

Meski sudah ada alternatif, masih banyak orang yang skeptis dengan pilihan-pilihan ini karena informasi yang belum banyak beredar. Sedikitnya ada tiga alasan mengapa produk tembakau alternatif dianggap lebih tidak berisiko  dari rokok. Berikut adalah penjelasannya.

Produk Tembakau Alternatif memiliki perbedaan utama dimana tembakau tidak melalui proses pembakaran. Penggunaan Produk Tembakau Alternatif pada umumnya dipanaskan dengan temperatur yang lebih rendah daripada rokok yang dibakar, sehingga memiliki risiko yang lebih rendah.

Teknologi ini sudah dikenal sejak tahun 1988 namun baru populer lagi belakangan, terutama di Korea dan Jepang. Contoh produk tembaku alternatif yang dipanaskan dan bukan dibakar adalah rokok elektrik atau vape dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar

2. kandungan tar

Karena tidak ada proses pembakaran, maka kehadiran TAR, salah satu racun yang paling berbahaya dalam rokok, dapat dieliminasi. Dilansir dari detikHealth, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran Bandung dan Pendiri YPKP Indonesia, Prof. Dr. Achmad Syawqie Yazid, Drg., M.S mengungkapkan TAR lebih bahaya dari nikotin.  

“Selama ini, orang lebih banyak mendiskusikan mengenai bahaya nikotin yang menyebabkan kecanduan. Padahal, TAR jauh lebih berbahaya karena mengandung zat-zat karsinogenik yang dihasilkan dari pembakaran rokok.”

3. Bau yang DIhasilkan Berbeda

Rokok dapat menyebabkan bau tidak sedap seperti bau mulut, bau pada pakaian,  dan furnitur. TAR yang dihasilkan oleh pembakaran pada rokok juga menyebabkan gigi lebih kuning.

Produk tembakau alternatif pada umumnya menghasilkan bau yang lebih ringan dan tidak pekat karena dikeluarkan dalam bentuk uap, bukan asap.

Itulah tiga alasan mengapa Produk Tembakau Alternatif berpotensi lebih rendah risiko daripada rokok biasa. Ingin berdiskusi lebih lanjut? Yuk, LIKE Facebook page kami dan bagikan komentarmu disana!

Rekomendasi Untuk Anda
Ayo
Share!
facebook
whatsapp