Fakta penting yang Terungkap Dalam Forum Global Nikotin di Polandia
Fakta penting yang Terungkap Dalam Forum Global Nikotin di Polandia

Global Forum on Nicotine, ajang tempat berkumpul berbagai peneliti dari seluruh dunia dan berbagi pengetahuan seputar nikotin serta produk tembakau alternatif kembali digelar tahun ini. Kali ini, forum internasional yang dihadiri oleh ratusan peserta dari lebih dari 50 negara ini berlangsung di Warsawa, Polandia pada tanggal 14 – 16 Juni 2018. Para peserta yang hadir merupakan ilmuwan, pembuat kebijakan, produsen, distributor, konsumen, profesional kesehatan masyarakat, analis kebijakan, anggota parlemen, serta elemen masyarakat yang memiliki ketertarikan pada nikotin dan penggunaannya.

Selama tiga hari forum ini digelar, terdapat beberapa fakta menarik yang ditunjukkan oleh para ilmuwan mengenai produk tembakau alternatif. Fakta-fakta berikut merupakan data yang tervalidasi dari penelitian-penelitian yang dilakukan dan dipresentasikan dalam forum. Berikut beberapa faktanya.

Inggris Merupakan Negara Terbaik bagi Vaper

Sebuah survei yang dilakukan oleh organisasi nasional untuk konsumen nikotin menemukan bahwa Inggris merupakan negara terbaik bagi konsumen vape. Hasil ini tidak mengherankan, karena Inggris juga merupakan negara yang paling aktif dalam melakukan penelitian lanjutan terkait dengan potensi produk tembakau alternatif, dalam hal ini vape. Salah satunya yang dilakukan oleh Public Health of England (PHE), badan kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan Inggris dimana dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa vape memiliki potensi kesehatan jauh lebih rendah hingga 95 persen. Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa Thailand, Australia dan India sebagai negara yang paling membatasi penggunaan vape.

Pengguna Rokok Elektrik Didominasi Oleh Perokok yang Ingin Berhenti

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli jantung sekaligus peneliti di Onassis Cardiac Surgery Center, Athena,Yunani, Dr. Konstantinos Farsalinos menunjukkan bahwa mayoritas pengguna produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik adalah mantan perokok. Dr. Farsalinos dan tim meneliti produk tembakau alternatif pada 4.058 orang yang tinggal di wilayah Attica (wilayah besar di Yunani yang meliputi ibukota negara). Secara kuantitatif, jumlah responden pengguna rokok elektrik lebih besar dibandingkan dengan rokok konvensional, yakni sebanyak 54,1 persen sedangkan perokok konvensional sebanyak 32,6 persen.

Dari hasil penelitian tersebut, pakar jantung Yunani Konstantinos E. Farsalinos menyimpulkan bahwa penggunaan produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik memiliki korelasi lebih kuat dengan mantan perokok dimana banyak dikonsumsi karena potensi risiko kesehatan yang jauh lebih rendah. Kesimpulan ini didapatkan berdasarkan metode analisis regresi logistik yang biasa digunakan untuk menguji korelasi.

Potensi Kanker Pengguna Rokok Elektrik Kurang dari Satu Persen

Peneliti dari Universitas St. Andrews Skotlandia, Dr Ed Stephens melakukan penelitian yang membandingkan potensi kanker yang diakibatkan oleh emisi yang berasal dari produk nikotin yang diuapkan, termasuk rokok elektrik dengan rokok konvensional. Penelitian tersebut kemudian dilakukan dengan cara menghitung kerusakan relatif yang disebabkan oleh menghirup emisi aerosol dari rokok elektrik dibandingkan dengan rokok konvensional yang dikonsumsi dengan cara dibakar.  Hasilnya, sebagian besar analisis rokok elektrik mengindikasikan potensi kanker kurang dari satu persen dibandingkan dari asap yang dihasilkan oleh rokok konvensional.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp