video dokumenter
Video Dokumenter: Menolak atau Menerima Rokok Relektrik

Pembahasan dampak kesehatan dari produk tembakau alternatif selama ini lebih banyak didiskusikan dalam konferensi ilmiah, jurnal-jurnal penelitian dan lain sebagainya. Akhirnya banyak pesan dan informasi yang kurang tersampaikan kepada masyarakat secara luas, karena sarana-saran tersebut hanya menjangkau sebagian kecil masyarakat. Padahal penting bagi seorang peneliti untuk dapat menginformasikan hasil temuannya dalam bentuk yang mudah dipahami masyarakat umum sebagai konsumen.

Melihat adanya kekurangan ini, beberapa pengajar di Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang tergabung dalam Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia membuat sebuah dokumenter berjudul “Special Report: Rokok Elektrik di Indonesia”. Dokumenter ini terinspirasi dari tren produk tembakau alternatif, dalam hal ini rokok elektrik.

Film dokumenter ini membahas mengenai adanya perbedaan opini di tengah masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan oleh rokok elektrik bagi kesehatan. Di satu sisi, rokok elektrik diklaim berpotensi memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah daripada rokok dan dapat digunakan untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Akan tetapi, di sisi yang lain menunjukkan bahwa belum diketahuinya efek jangka panjang dari penggunaan rokok elektrik. Dokumenter ini berusaha menampilkan opini kedua sisi tersebut, baik dari yang pro maupun kontra terhadap keberadaan rokok elektrik.

Dokumenter ini menampilkan Prof. drg. Syawqie sebagai Ketua YPKP Indonesia serta Prof. Gerry Stimson, Direktur dari organisasi Knowledge Action Change, dan anggota dari National Institute for Health and Care Excellence Working Group.

Prof. drg. Syawqie bersama YPKP Indonesia dikenal telah menginisiasi beberapa penelitian mengenai aspek kesehatan produk tembakau alternatif di Indonesia. Sedangkan Prof. Gerry Stimson dan Knowledge Action Change dikenal sebagai penyelenggara dari forum tahunan Global Forum on Nicotine (GFN) sejak 2015, yang penyelenggaraannya pada tahun ini baru saja dilaksanakan pada 14-  16 Juni 2018 di Warsawa, Polandia.

Selain mereka berdua sebagai tokoh utama, ditampilkan juga testimoni dari salah satu pengguna rokok elektrik, yang mengatakan bahwa sejak menggunakan rokok elektrik, konsumsi rokok beliau sudah berkurang jauh dari biasanya dan dia berharap nantinya dapat berhenti total dari kebiasaan merokoknya.

Di akhir penutup, Prof. drg. Syawqie mengajak produsen, konsumen, pemerintah dan juga media untuk sama-sama mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai produk tembakau alternatif, agar dapat mencari solusi untuk penetapan regulasi yang tepat. Prof. Gerry Stimson juga menambahkan kesadaran tentang produk maupun kepercayaan konsumen penting dalam rangka membuat kebijakan pengendalian tembakau yang komprehensif.

Ayo
Share!
facebook
whatsapp