Selandia Baru Segera Legalisasi Rokok Elektrik
Selandia Baru Segera Legalisasi Rokok Elektrik

Jakarta - Pemerintah Selandia Baru akan melegalisasi penjualan rokok elektrik untuk masyarakat berusia 18 tahun keatas dengan alasan produk tersebut lebih tidak berbahaya dibandingkan rokok konvesional dan berpotensi untuk memerangi kebiasaan merokok ke depannya.

Rokok elektrik merupakan seperangkat alat elektronik yang menyerupai rokok asli yang memanfaatkan teknologi dipanaskan bukan dibakar. Alat ini juga tidak menghasilkan asap, melainkan uap dari hasil pemanasan cairan (­e-liquid) ata tembakau yang dipadatkan.

“Hal ini merupakan kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengevaluasi manfaat rokok elektrik. Akses kepada rokok elektrik yang mengandung nikotin diharapkan mampu membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada rokok konvensional dan pada akhirnya menyelematkan nyawa,” ungkap Nicky Wagner, Associate Health Minister Selandia Baru.

“Pemerintah melakukan pendekatan yang berhati-hati dengan menyelaraskan regulasi di seputar vaping dan rokok konvesional. Utamanya memastikan perokok konvensional memperoleh akses untuk beralih ke alternatif yang memiliki resiko lebih rendah,” lanjutnya.

Pemerintah Selandia Baru juga menyatakan tidak akan mengenakan kewajiban cukai untuk perangkat dan cairan rokok elektrik.

Wagner kemudian menambahkan bawah pemerintah akan memastikan harga rokok elektrik lebih rendah dibandingkan harga rokok konvensional. Selain itu, rokok elektrik juga tidak akan dijual dalam kemasan polos. Seiring dengan pemberlakukan peraturan tersebut, Pemerintah Selandia Baru juga akan menjamin berlangsungnya pengembangan standar kualitas dan keamanan produk rokok elektrik.

Beberapa aturan spesifik terkait penjualan rokok elektrik juga ditetapkan oleh Pemerintah Selandia Baru yaitu akses hanya diberikan kepada konsumen dengan usia diatas 18 tahun, rokok elektrik tidak boleh digunakan di ruang tertutup dan area dilarang merokok lainnya, serta menerapkan regulasi khusus iklan rokok elektrik untuk mengurangi daya tariknya bagi masyarakat yang tidak merokok dan anak-anak.

Keputusan tersebut didukung sepenuhnya oleh organisasi non pemerintah lainnya seperti Quitline dan New Zealand Initiatives. Kedua lembaga yang juga ditugaskan untuk mencari solusi penanggulangan dan ketergantungan pada rokok percaya bahwa legalisasi rokok elektrik merupakan kemenangan, khususnya bagi para perokok yang sedang berjuang untuk berhenti. Kedua organisasi ini menyambut baik kehadiran rokok elektrik sebagai solusi yang lebih tidak berbahaya bagi para perokok di Selandia Baru.

Sumber gambar

Ayo
Share!
facebook
whatsapp