Pentingnya Produk Tembakau Alternatif Bagi Para Perokok
Pentingnya Produk Tembakau Alternatif Bagi Para Perokok

Sejumlah aktivis pengendalian tembakau dibutakan oleh komitmen untuk menghancurkan industri tembakau sehingga mereka tidak dapat melihat rokok elektrik ataupun produk tembakau alternatif lainnya sebagai solusi pengurangan risiko dari rokok konvensional. Absurditas tersedianya rokok konvensional dan disaat bersamaan melarang produk tembakau alternatif yang memiliki risiko lebih rendah dianggap tidak sesuai dan hanya dilakukan untuk melindungi perdagangan rokok yang sedang berlangsung.

Di Australia, penyelidikan parlemen federal mengenai rokok elektrik sedang berlangsung dan penyelidikan senat akan segera dimulai berdasarkan rancangan undang-undang yang diajukan ke senat minggu lalu.

Sebuah kebijakan haruslah didasarkan pada bukti yang akurat bukan karena ketakutan yang berlebihan, persepsi yang salah dan retorika. Penilaian terhadap rokok elektrik maupun produk tembakau alternatif tanpa TAR seharusnya dibandingkan dengan bahaya atau risiko dari rokok konvensional.

Rokok elektrik diyakini memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok konvensional karena, seperti yang diketahui, bahaya utama dari merokok disebabkan pada proses pembakaran yang menghasilkan TAR, yang tidak terdapat jika perokok menggunakan rokok elektrik maupun produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar.

Public Health England dan UK Royal College of Physicians menyatakan bahwa rokok elektrik 95 persen lebih tidak berbahaya daripada rokok konvensional berdasarkan bukti ilmiah yang komprehensif yang dilakukan dengan menganalisa senyawa kimia dari uap rokok elektrik, racun yang terkandung pada pengguna dan uji klinis. Dilansir dari The Sydney Morning Herald, peneliti juga mengatakan, “Meskipun tidak mungkin untuk memperkirakan risiko kesehatan jangka panjang terhadap rokok elektrik secara tepat, data yang tersedia menunjukkan bahwa senyawa berbahaya yang terkandung dalam rokok elektrik tidak melebihi lima persen dari rokok konvensional, dan bahkan dapat lebih rendah dari nilai tersebut.”

Tingkat racun dalam uap rokok elektrik juga dinilai jauh lebih rendah daripada rokok konvensional dan menurut Public Health England, “Tidak ada keraguan bahwa perokok yang beralih ke vaping akan mengurangi risiko kesehatan mereka secara drastis.”

Selain itu, berdasarkan studi lain, enam juta perokok di Uni Eropa juga menggunakan rokok elektrik sebagai medium untuk berhenti merokok dan lebih dari 1,5 juta perokok di Inggris telah berhasil berhenti merokok dengan menggunakan metode tersebut. Dengan demikian, rokok elektrik dinyatakan sebagai alat bantu yang paling populer untuk berhenti merokok di Inggris dan Amerika Serikat.

Di Indonesia, Yayasan Pemerhati Kebijakan Publik (YPKP) Indonesia sebagai lembaga pertama dan satu-satunya lembaga yang melakukan penelitian terhadap produk tembakau alternatif juga mendukung penelitian yang dilakukan di negara lain dan berharap Pemerintah Indonesia dapat mengadopsi prinsip pengurangan bahaya bagi penggunaan rokok konvensional.

“Dengan tingginya angka perokok di Indonesia, Pemerintah Indonesia perlu menyusun regulasi yang mengatur produk tembakau alternatif misalnya produk alternatif yang tidak memiliki proses pembakaran,” jelas Prof. Achmad Syawqie, pendiri YPKP Indonesia.

Prof. Achmad Syawqie juga menyatakan adanya kesalahpahaman di masyarakat yang menganggap bahwa nikotin merupakan zat yang berbahaya, padahal sebagaimana yang disepakati oleh banyak pakar zat berbahaya dari rokok adalah TAR yang dihasilkan melalui proses pembakaran rokok, sehingga penting akan hadirnya produk-produk alternatif yang tidak memiliki proses pembakaran. "Informasi terkait nikotin tersebut dirasa perlu untuk disosialisasikan lebih luas," tegas Prof. Syawqie.

Industri tembakau di Indonesia juga diharapkan turut bersaing untuk menciptakan produk tembakau alternatif sehingga dapat memberikan solusi bagi para perokok sekaligus manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Image via Vaping360

Ayo
Share!
facebook
whatsapp